Agusriansyah Desak Pemkab Kutai Timur Percepat Kebijakan Hilirisasi Produk

kaltimes.com
11 Mei 2024
Share
Anggota Komisi D (Bidang Kesejahteraan Rakyat) DPRD Kutai Timur, Agusriansyah Ridwan. (Istimewa)

Kaltimes.com – Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur Agusriansyah Ridwan mendesak pemerintah daerah untuk segera mengeluarkan kebijakan terkait hilirisasi produk bagi perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Kutai Timur.

“Dari sisi ekonomi, kita (Kutai Timur) memiliki banyak perusahaan yang hampir semuanya memproduksi di sisi hulu (bahan baku). Saya berharap pemerintah dapat mempercepat hilirisasi produk ini,” ujar Agusriansyah Ridwan.

Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat ini menerangkan bahwa di Kabupaten Kutai Timur terdapat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy yang awalnya diharapkan akan menjadi pusat ekonomi baru. Namun hingga saat ini, KEK Maloy ini belum banyak diminati oleh perusahaan.

“Tugas kita di daerah salah satunya adalah memperkuat aspek kepelabuhanan, sektor industri, termasuk hilirisasi produknya,” tambahnya.

Agusriansyah yakin dengan memperkuat semua aspek tersebut, akan banyak perusahaan yang tertarik untuk mengembangkan usahanya di kawasan tersebut, yang terletak di Kecamatan Kaliorang.

“Dampaknya sudah pasti akan terlihat, pertumbuhan ekonomi kita akan meningkat, dan ini akan menjadi salah satu pendorong pembangunan serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Keberadaan KEK Maloy yang diresmikan oleh gubernur Kaltim yang kala itu dijabat Awang Faroek Ishak pada tahun 2012, direncanakan sebagai pusat pengolahan Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya serta menjadi pusat industri yang terintegrasi dengan pelabuhan berskala internasional. Adapun produk turunannya antara lain margarin, biodiesel, dan minyak goreng.

KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2014 dengan total luas area sebesar 557,34 Ha. Kawasan ini kaya dengan sumberdaya alam terutama kelapa sawit, kayu dan energi didukung dengan posisi geostrategis yaitu terletak pada lintasan Alur Laut Kepulauan Indonesia II (ALKI II).

ALKI II merupakan lintasan laut perdagangan internasional yang menghubungkan Pulau Kalimantan dan Sulawesi, serta merupakan jalur regional lintas trans Kalimantan, dan transportasi penyeberangan ferry Tarakan-Tolitoli, dan Balikpapan-Mamuju.

KEK Maloy diharapkan dapat mendorong penciptaan nilai tambah melalui industrialisasi atas berbagai komoditi di wilayah tersebut. Berdasarkan keunggulan geostrategis wilayah Kutai Timur, KEK Maloy akan menjadi pusat pengolahan kelapa sawit dan produk turunannya, serta pusat bagi industri energi seperti industri mineral, gas dan batu bara. (ADV/DPRDKutim)