LANGKAH KAKI ramai melintasi etalase. Banyak yang datang, melihat-lihat, bertanya harga, lalu pergi tanpa membeli. Fenomenarombongan jarang beli (rojali) dan rombongan hanya nanya (rohana) kini jadi gambaran nyata kondisi ritel modern. Di tengah tren itu, MR.D.I.Y. tetap mencatat pertumbuhan.
Perusahaan tetap mencetak pertumbuhan pendapatan pada Semester I 2025. Meski perilaku konsumen berubah, MR.D.I.Y. melihat peluang. Konsumen kini lebih selektif dan menghitung nilai manfaat. Karena itu, perusahaan menyesuaikan strategi: fokus pada produk esensial, harga terjangkau, dan penawaran spesial.
PT Duta Intiguna Yasa Tbk (MDIY), pemilik jaringan MR.D.I.Y., membukukan pendapatan Rp 3,7 triliun sepanjang Semester I 2025. Angka ini naik 16,5 persen dibanding periode sama tahun lalu. Laba kotor juga tumbuh 19 persen menjadi Rp 2,1 triliun.
Namun, laba bersih justru turun 5 persen. Dari Rp 534,2 miliar di 2024 menjadi Rp 507,4 miliar di Semester I 2025. Perusahaan menjelaskan bahwa tantangan biaya dan strategi ekspansi ikut menekan margin bersih.

Ekspansi jadi pendorong utama pertumbuhan. Selama enam bulan pertama 2025, MR.D.I.Y. membuka 128 toko baru. Kini, totalnya menjadi 1.086 gerai di seluruh Indonesia. Strategi ini memperkuat posisi MR.D.I.Y. sebagai pemimpin ritel kebutuhan rumah tangga.
Menghadapi Semester II 2025, perusahaan berkomitmen menjaga ekspansi yang sehat. Mereka menargetkan efisiensi operasional dan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar. Fokusnya: bertumbuh, tapi tetap disiplin.(*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin