SEBAGAI negara tujuan wisata dunia, Indonesia tak hanya kaya destinasi alam dan budaya, tetapi juga dituntut untuk memiliki akomodasi yang memadai. Hotel-hotel yang nyaman, beragam dan tersebar merata menjadi syarat mutlak untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata yang berkelanjutan.
Jumlah usaha jasa akomodasi di Indonesia terus menunjukkan peningkatan signifikan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa jumlah hotel di Indonesia pada 2024 mencapai 31.175 unit, meningkat 7,84 persen dibandingkan tahun 2023. Kenaikan ini menandai pemulihan sektor pariwisata yang kian menggeliat pasca pandemi Covid-19. Hingga 2024, tercatat sebanyak.
Dari jumlah tersebut, Provinsi Bali mencatat jumlah hotel terbanyak, yakni 4.154 unit, mencerminkan posisinya sebagai ikon pariwisata nasional dan internasional. Di bawahnya, Jawa Timur menyusul dengan 4.055 hotel, menunjukkan geliat wisata alam, budaya, dan religi yang makin berkembang. Jawa Barat berada di urutan ketiga dengan 3.125 hotel, disusul Jawa Tengah sebanyak 2.279 hotel dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan 2.000 hotel. Kedua provinsi yang dikenal sebagai magnet wisata edukasi dan sejarah.
Sementara di luar Pulau Jawa, Sumatra Utara memiliki 1.441 hotel, mencerminkan peran kota Medan sebagai gerbang wisata Danau Toba. Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat 1.078 hotel, sebagian besar tersebar di Lombok dan sekitarnya. Sumatra Barat dan Sulawesi Selatan masing-masing mencatat 1.073 dan 1.067 hotel, mencerminkan pertumbuhan wisata lokal yang signifikan. DKI Jakarta, sebagai ibu kota dan pusat bisnis, menutup daftar sepuluh besar dengan 1.052 hotel.

Lonjakan jumlah hotel di berbagai provinsi tak hanya mencerminkan optimisme sektor pariwisata, tetapi juga menunjukkan meningkatnya kebutuhan wisatawan akan akomodasi yang layak dan beragam. Pemerataan pembangunan hotel di luar pusat-pusat wisata utama seperti Bali dan Jakarta menjadi sinyal positif bahwa pariwisata nasional kian inklusif dan menyebar. Ke depan, tantangannya adalah memastikan bahwa peningkatan kuantitas ini juga dibarengi dengan kualitas layanan yang mampu bersaing secara global.(*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin