53,93 Persen Lansia di Indonesia Masih Bekerja: Cermin Krisis Jaminan Hari Tua

kaltimes.com
10 Jul 2025
Share

53,93 Persen Lansia di Indonesia Masih Bekerja: Cermin Krisis Jaminan Hari Tua

DI USIA yang seharusnya jadi masa istirahat, banyak lansia di Indonesia justru masih memilih untuk tetap bekerja. Bukan hanya demi penghasilan, tapi juga karena dorongan tanggung jawab dan semangat untuk tetap mandiri.

Menurut laporan Statistik Penduduk Lanjut Usia 2023 dari Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 53,93 persen lansia di Indonesia masih terlibat dalam aktivitas bekerja, baik di sektor formal maupun informal. Di perdesaan, sebagian besar lansia bekerja di sektor pertanian, sementara di perkotaan mereka lebih banyak masuk ke sektor manufaktur dan jasa. Angka ini menunjukkan bahwa lebih dari separuh lansia Indonesia masih memegang peran penting dalam roda ekonomi.

Tingkat partisipasi kerja juga menunjukkan ketimpangan gender. 67,87 persen lansia laki-laki masih bekerja, jauh lebih tinggi dibandingkan lansia perempuan yang tercatat sebesar 41,04 persen. Dari sisi wilayah, partisipasi kerja lansia di desa (63,34 persen) juga jauh lebih tinggi dibandingkan lansia di kota (47,02 persen).

Jika dilihat dari aktivitas utama lansia, mayoritas memang masih bekerja dengan persentase 53,93 persen di tahun 2023. Sementara itu, sekitar 30,1 persen lansia tercatat mengurus rumah tangga, 0,7 persen menjadi pengangguran. Sisanya sekitar 15,27 persen terlibat dalam aktivitas lain seperti kegiatan sosial atau keagamaan. Data ini mengonfirmasi lansia di Indonesia belum sepenuhnya memasuki masa pensiun. Mereka masih aktif secara ekonomi maupun sosial.

Tingginya partisipasi kerja lansia mencerminkan tantangan sekaligus potensi. Di satu sisi, ini bisa menunjukkan kurangnya jaminan hari tua yang memadai. Namun di sisi lain, ini juga menggambarkan semangat dan kontribusi lansia yang tetap besar bagi masyarakat. Ke depan, dukungan sosial dan kebijakan yang berpihak pada lansia akan menjadi kunci untuk memastikan mereka tetap sejahtera dan dihargai di masa tua.(*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin