BAGI banyak anak muda hari ini, satu pekerjaan saja tidak cukup. Biaya hidup yang terus naik membuat banyak anak muda tak lagi mengandalkan satu pekerjaan. Pekerjaan sampingan kini menjadi kebutuhan, bukan sekadar pilihan. Dari balik layar laptop atau selepas jam kantor, generasi muda terus mencari peluang demi kestabilan dan kebebasan finansial.
Melansir dari hasil survei Working Trends oleh Populix pada Februari 2023, ditemukan 50,7 persen responden dari generasi Z dan milenial di Indonesia memiliki pekerjaan sampingan di luar pekerjaan utama mereka. Menariknya, proporsi gen Z lebih tinggi dibanding milenial, yakni 58 persen berbanding 44 persen. Temuan ini mengindikasikan generasi muda, semakin sadar pentingnya diversifikasi sumber penghasilan di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Terkait motivasi di balik tren ini, alasan paling dominan adalah untuk mendapatkan pendapatan tambahan, yang dipilih oleh 42,8 persen responden. Artinya, pekerjaan sampingan menjadi jalan untuk mengejar kebutuhan finansial yang belum tercukupi hanya dari gaji utama.
Selain itu, 31,8 persen responden menyebut ingin meningkatkan produktivitas. Sebuah pertanda banyak anak muda melihat kesibukan tambahan sebagai bentuk pengembangan diri, bukan semata beban.
Tak sedikit pula yang mengejar hobi atau passion lewat pekerjaan sampingan, sebagaimana diungkapkan oleh 24 persen responden. Ini menunjukkan bahwa pekerjaan kedua juga menjadi sarana aktualisasi diri. Sementara itu, 15,4 persen responden menyatakan alasan mereka adalah untuk belajar keterampilan baru. Hal ini mencerminkan semangat bertumbuh dan beradaptasi dengan tuntutan zaman.
Ada juga 10,3 persen responden yang mengaku menjalani pekerjaan tambahan sebagai bentuk antisipasi dari risiko layoff atau pemutusan hubungan kerja. Data ini memperlihatkan kekhawatiran akan ketidakpastian pasar kerja. Sisanya, 1 persen, menyebut alasan lainnya di luar opsi-opsi tersebut.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pekerjaan sampingan telah menjadi bagian dari gaya hidup profesional anak muda Indonesia. Tak hanya untuk bertahan, tetapi juga untuk berkembang. Di tengah ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, generasi muda tidak tinggal diam. Mereka memilih bergerak, mengambil peluang dan mengamankan masa depan dengan caranya sendiri.(*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin