5 Mobil Mercedes-Benz Termahal 2025: Mercedes-Maybach Rp7,5 Miliar 

kaltimes.com
12 Jul 2025
Share

Sumber foto: Top Speed 

BAGI sebagian orang, mobil bukan hanya alat transportasi ia adalah simbol status, keanggunan, dan pencapaian. Di balik bodi yang elegan dan logo bintang tiga yang ikonik, Mercedes-Benz menyimpan cerita kemewahan, performa, dan warisan yang tak tergantikan.

Mercedes-Benz menjadi merek yang diminati karena konsistensinya dalam memadukan inovasi teknologi, kenyamanan tinggi dan desain yang mewah. Tak hanya itu, setiap model Mercedes dirancang dengan perhatian pada detail dan presisi teknik Jerman.  Dengan demikian, memberikan pengemudi pengalaman berkendara yang istimewa. Inilah yang membuatnya punya banderol tinggi. Dibeli bukan hanya produk, tapi juga nilai dan kebanggaan.

Dilansir dari situs resmi Mercedes-Benz  per Februari 2025, lima model termahal saat ini mencerminkan tingkat eksklusivitas yang sulit ditandingi oleh merek lain. Di posisi teratas, Mercedes-Maybach S 580 4MATIC+ dibanderol Rp 7,5 miliar, menawarkan kemewahan kelas atas yang menyatu dengan teknologi masa depan dan kenyamanan ala jet pribadi. 

Tak kalah ikonik, Mercedes-AMG G 63 dengan harga Rp 7,2 miliar menjadi favorit para pesohor karena desain gagah dan performa mesinnya yang brutal di jalanan. Sementara itu, New G 580 with EQ Technology yang merupakan SUV listrik ultra-premium dibanderol Rp 5,5 miliar, menampilkan perpaduan kekuatan dan keberlanjutan.

Masuk ke kelas SUV besar, New GLS 450 4MATIC AMG Line seharga Rp5 ,3 miliar. Mobil ini  menyuguhkan kenyamanan maksimal untuk keluarga mapan, lengkap dengan sistem penggerak pintar dan ruang kabin super lega. 

Terakhir, EQS 450+ Edition One menjadi simbol visi masa depan Mercedes-Benz. Sebagai mobil listrik flagship seharga Rp 4 miliar, model ini mengusung desain aerodinamis dan teknologi interior yang mutakhir.

Dari data ini, terlihat jelas bahwa harga bukanlah hambatan bagi mereka yang mencari kualitas, keunikan, dan prestige dalam berkendara. Mercedes-Benz bukan hanya menjual mobil. Ia menjual perasaan, menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari sekadar roda dan mesin. Sebuah pernyataan, bahwa elegansi dan performa bisa berjalan beriringan dalam balutan logam mulia bernama kendaraan.(*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin