DI ERA serba daring ini, koneksi internet tak lagi sekadar pelengkap. Internet telah menjadi urat nadi kehidupan modern. Dari pekerjaan, pendidikan, hiburan hingga komunikasi keluarga, semua kini bertumpu pada sinyal WiFi yang stabil dan terjangkau.
Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai KOPI) pada pertengahan Mei 2025 mengungkapkan gambaran menarik tentang kebiasaan internet masyarakat. Dari survei terhadap 1.545 responden, sebanyak 61,7 persen mengaku menggunakan WiFi rumahan sebagai sumber utama koneksi internet. Artinya, akses berbasis jaringan tetap menjadi andalan mayoritas warga dalam menjalani aktivitas digital sehari-hari.
Dari sisi operator, hasil survei menunjukkan dominasi kuat oleh Indihome yang digunakan oleh 56,8 persen pengguna WiFi di Indonesia. Sebagai pemain terbesar, Indihome unggul dalam jangkauan layanan yang luas hingga ke pelosok daerah. Selain itu, layanan bundling dengan TV kabel dan telepon rumah menjadi daya tarik tersendiri. Terutama bagi konsumen keluarga yang menginginkan paket lengkap dalam satu langganan.
Di posisi berikutnya, MyRepublic (8,2 persen) dan Biznet (8,0 persen) bersaing ketat. Keduanya dikenal sebagai penyedia layanan internet cepat dan stabil, terutama di area perkotaan. Segmentasi mereka banyak menyasar pengguna aktif seperti pekerja profesional, pelajar, hingga penggemar streaming yang membutuhkan koneksi tanpa gangguan.
First Media menempati urutan keempat dengan 5,5 persen pengguna. Operator ini menonjol lewat integrasi layanan internet dan hiburan digital, termasuk tayangan televisi premium yang menarik bagi keluarga perkotaan. Sementara itu, Iconnet (4,4 persen), sebagai pendatang baru milik PLN. Provider ini mulai mendapat tempat dengan menawarkan tarif kompetitif dan proses pendaftaran yang praktis.
XL Home (4,2 persen) turut bersaing berkat kekuatan merek XL dan strategi pemasaran yang agresif. Layanan ini juga dikenal fleksibel dalam instalasi dan cocok untuk pengguna rumahan di perkotaan.
Sementara itu, operator seperti MNC Play (1,7 persen), CBN (1,2 persen), Oxygen.id (0,8 persen), dan Megavision (0,6 persen) mencatatkan persentase pengguna yang lebih kecil. Meski demikian, mereka tetap memiliki keunggulan spesifik di segmen tertentu. Contohnya, kecepatan tinggi yang disukai gamer, layanan lokal yang responsif atau harga bersaing di kota-kota tertentu. Pangsa pasar mereka masih terbatas, namun tetap menjanjikan peluang tumbuh jika mampu bersaing dalam hal kualitas layanan dan inovasi.

Data ini menunjukkan bahwa meski banyak pilihan layanan, mayoritas masyarakat masih memilih operator besar yang dianggap lebih andal dan luas jangkauannya. Persaingan yang semakin terbuka memberi peluang bagi operator kecil untuk berkembang. Asalkan mereka mampu menyediakan layanan yang cepat, stabil, dan terjangkau. Bagi masyarakat, satu hal yang pasti, di tengah dunia digital yang makin terkoneksi, WiFi adalah kebutuhan pokok.(*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin