HUJAN deras tak hanya merendam rumah warga. Di tengah derasnya air, ilmu pengetahuan ikut terancam. Banjir yang melanda Samarinda sejak Jumat (10/5/2025) dini hari ikut menggenangi lantai dasar Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kalimantan Timur.
Menurut laporan Antara News Kaltim, genangan air setinggi sekitar 10 sentimeter memasuki ruang layanan umum Perpustakaan Kaltim di Jalan Ir. H. Juanda. Banjir ini dipicu oleh curah hujan yang tinggi serta luapan anak Sungai Karang Mumus.
Petugas perpustakaan pun segera bergerak cepat menyelamatkan koleksi literatur yang tersimpan di bagian bawah rak. Beberapa literatur yang rawan basah langsung dipindahkan ke tempat lebih tinggi agar tidak rusak terkena air. (https://kaltim.antaranews.com/berita/237765/perpustakaan-kaltim-tergenang-banjir-koleksi-literatur-diamankan, Antara News Kaltim, 2025)
Menurut sumber yang sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kaltim, Endang Effendi, menyatakan bahwa kejadian ini menjadi peringatan penting akan perlunya sistem perlindungan yang lebih baik bagi fasilitas budaya dan pendidikan. Meskipun koleksi utama yang berada di lantai atas berhasil diselamatkan, genangan air tetap mengganggu operasional perpustakaan yang biasanya ramai dikunjungi oleh mahasiswa dan pelajar.
Perpustakaan sendiri menjadi salah satu titik terdampak banjir besar yang merendam sejumlah kawasan Samarinda. Selain kerugian material, bencana ini menyisakan kekhawatiran akan potensi hilangnya warisan literasi yang tak ternilai.(*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor:Amin