Pupuk Kaltim Berinvestasi untuk Lingkungan dan Masa Depan

kaltimes.com
12 Mei 2025
Share

PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) makin serius menjalankan bisnis yang ramah lingkungan dan peduli sosial. Mereka mulai menerapkan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance) sejak akhir 2020. ESG adalah cara perusahaan beroperasi dengan memperhatikan dampak terhadap lingkungan, masyarakat dan tata kelola yang baik.

Dilansir dari Kompas, PKT memproduksi jutaan ton pupuk setiap tahun dan memegang 41 persen pangsa pasar urea dalam negeri. Untuk mendukung prinsip ESG, mereka melakukan berbagai upaya. Di antaranya, menggunakan listrik tenaga surya, kendaraan listrik dan mengurangi pemakaian batu bara.

Selain itu, PKT juga mengganti air bersih dengan air daur ulang dan mengembangkan pupuk yang lebih efisien. Mereka ingin petani tidak boros pupuk, agar lingkungan tetap terjaga.

Tak hanya soal lingkungan, PKT juga aktif di bidang sosial. Mereka mendampingi puluhan ribu petani dan membina ribuan UMKM. Bahkan, 22 persen jajaran manajemennya kini diisi perempuan.

Penerapan ESG tidak murah. Dibutuhkan banyak dana dan waktu, sementara hasilnya baru terasa dalam jangka panjang. Meski begitu, PKT percaya langkah ini penting agar perusahaan bisa terus tumbuh dan bertahan hingga 100 tahun ke depan.

Salah satu alasan kuat PKT menjalankan ESG adalah rencana perusahaan untuk melantai di bursa saham lewat IPO. ESG menjadi syarat penting bagi investor dan lembaga keuangan karena menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab sosial. Lewat ESG, PKT berharap dapat menarik kepercayaan publik, sekaligus memperkuat posisi bisnis sambil menjaga lingkungan.

Penerapan ESG semakin relevan mengingat industri pupuk berkontribusi pada emisi karbon global. Jika tidak ada perubahan, dampaknya bisa sangat besar terhadap bumi dan kehidupan di masa depan. Karena itu, PKT bertekad menunjukkan bahwa bisnis yang berkembang tidak hanya mengutamakan keuntungan, tetapi juga peduli terhadap kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat.(*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin