Kurikulum Cambridge di Samarinda: Wajah Baru Pendidikan Berkualitas

kaltimes.com
10 Mei 2025
Share

PENINGKATAN kualitas pendidikan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, mulai menunjukkan arah yang menjanjikan. Salah satu indikatornya adalah antusiasme para tenaga pendidik dalam menyambut kehadiran sekolah unggulan berbasis kurikulum Cambridge. Hal ini mencerminkan semangat baru dalam dunia pendidikan lokal yang kini mulai berorientasi pada standar internasional.

Dikutip dari Tribun Kaltim, sekolah eks SMP 16 yang berlokasi di Blok AA, Jalan Jakarta No.1, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, kini disiapkan menjadi sekolah unggulan berstandar internasional. Program ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kota Samarinda dengan Cambridge University Press & Assessment, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Para guru yang lolos seleksi akan mendapatkan pelatihan langsung dari tim Cambridge. Hal ini berguna untuk menyelaraskan metode pembelajaran dengan standar global. (https://kaltim.tribunnews.com/2025/05/08/1500-guru-bersaing-untuk-jadi-pengajar-sekolah-unggulan-kurikulum-cambridge-di-samarinda-kaltim, Tribun Kaltim, 2025)

Proses seleksi tenaga pengajar dan tenaga kependidikan (GTK) dilakukan secara ketat. Langkah ini diambil untuk memastikan kualitas pengajaran setara dengan standar internasional. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda membuka rekrutmen secara nasional. Seleksi dilakukan secara online dengan teknologi Computer Assisted Test (CAT). Hingga awal Mei 2025, lebih dari 1.500 pelamar dari berbagai latar belakang telah mendaftar, mulai dari calon kepala sekolah, guru, hingga tenaga administrasi.

Proses seleksi dilakukan secara daring dan diawasi ketat melalui sistem on-camera. Standar platform yang digunakan mengacu pada sistem Cambridge, seperti yang diterapkan di sekolah-sekolah internasional terkemuka di Jakarta.

Disdikbud juga melibatkan tim independen dari Yayasan Kasih Mentari untuk memastikan proses seleksi berjalan transparan dan objektif. Proses ini mencakup kriteria utama seperti kemampuan berbahasa Inggris dan penguasaan teknologi informasi, yang menjadi syarat utama dalam seleksi GTK. Selain itu, pelamar juga harus memenuhi syarat akademik minimal lulusan S1 atau D4 dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Meskipun demikian, seluruh tahapan seleksi tetap dilaksanakan secara daring untuk menjaring talenta terbaik dari seluruh Indonesia.

Dikutip dari Tribun Kaltim, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyatakan langkah ini upaya nyata pemerintah dalam mempercepat transformasi pendidikan di daerah.Ia berharap, kehadiran sekolah berbasis kurikulum internasional ini dapat memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat. Selain itu, diharapkan juga dapat meningkatkan daya saing peserta didik Samarinda di tingkat nasional dan global.

Selain seleksi guru, pembangunan infrastruktur sekolah juga tengah dipersiapkan. Sekolah unggulan tersebut akan dibangun di kawasan strategis dan dilengkapi fasilitas modern, termasuk laboratorium sains, perpustakaan digital dan ruang kelas berbasis teknologi.

Antusiasme guru-guru dari berbagai latar belakang dan jenjang pendidikan menjadi bukti peningkatan kualitas SDM di sektor pendidikan bukan hanya wacana. Para calon guru diharapkan dapat menjadi bagian dari sistem pembelajaran yang lebih adaptif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Langkah ini membuka peluang besar bagi Samarinda untuk berkembang lebih jauh. Selain menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, Samarinda bisa juga menjadi pusat pendidikan unggulan di Kalimantan Timur. Sekolah berstandar Cambridge memberi harapan baru, memungkinkan akses pendidikan internasional tanpa meninggalkan kota.(*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin