Kaltimes.com – Meski jumlah perempuan menjadi anggota DPRD di Kutai Timur periode 2024-2029 masih tergolong minoritas, namun mereka berhasil menduduki sejumlah posisi strategis di berbagai fraksi. Prestasi ini menunjukkan pengakuan terhadap kapasitas dan kompetensi politisi perempuan di daerah tersebut.
Hj. Hasna, S.E., M.M. kini dipercaya sebagai sekretaris Fraksi Golkar dan Leny Susilawati Anggraini, S.Si., MBA tergabung di Fraksi Nasdem. Keduanya dikenal vokal dalam memperjuangkan kebijakan pro-gender.
“Posisi strategis ini memberi ruang lebih besar bagi kami untuk menyuarakan aspirasi perempuan dan mengawal program-program pemberdayaan,” ungkap Leny saat ditemui di ruang komisi.
Mayoritas anggota dewan perempuan memiliki latar belakang pendidikan tinggi dengan gelar magister. “Kualifikasi akademik yang tinggi menjadi modal penting dalam mendorong kebijakan berbasis data dan analisis yang kuat. Kami bisa memberikan perspektif yang lebih komprehensif,” jelas Hj. Prayunita Utami, S.Tr.Keb., M.Kes.
Ketua Komisi B (Bidang Ekonomi Keuangan) DPRD Kutai Timur, Muhammad Ali menambahkan meski belum mencapai kuota 30 persen, namun kehadiran perempuan di parlemen membawa warna baru dalam dinamika politik.
“Mereka sangat aktif mengawal isu-isu strategis, tidak hanya terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, tapi juga bidang ekonomi dan pembangunan,” ungkapnya.
Menurut politisi Partai Persatuan Pembangunan ini, fenomena ini menunjukkan perkembangan positif dalam upaya meningkatkan keterwakilan perempuan di parlemen daerah. “Kualitas lebih penting dari kuantitas. Mereka membuktikan mampu berkontribusi maksimal meski jumlahnya masih terbatas,” tegas Ali. (Q/Adv-DPRD)