Kaltimes.co.id – Israel resmi melarang Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, masuk ke wilayahnya. Langkah ini diambil setelah Guterres dinilai tidak memberikan kecaman tegas terhadap serangan rudal yang dilancarkan Iran ke Israel. Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, menyebut kegagalan Guterres untuk menyebut Iran sebagai pelaku secara langsung telah menimbulkan ketidakpuasan pemerintah Israel.
Kebijakan ini menambah panjang ketegangan antara Israel dan PBB, yang sebelumnya juga terlibat dalam konflik soal Palestina dan Lebanon. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah pejabat PBB lainnya juga dilarang masuk ke Israel, termasuk Pelapor Khusus PBB untuk Palestina. Pihak Israel merasa bahwa lembaga tersebut tidak bersikap netral dan cenderung memihak pada Palestina.
Situasi ini mencerminkan betapa hubungan Israel dengan PBB kian memburuk. Selain itu, Israel juga mengkritik sejumlah laporan PBB yang dinilai tidak objektif, khususnya mengenai pelanggaran hak asasi manusia di kawasan Palestina dan Lebanon. (net/ra)