Skincare Jadi Gaya Hidup, 10 Brand Ini Kuasai Pasar E-Commerce di Awal Tahun

kaltimes.com
31 Jul 2026
Share

KALTIMES — Ritual merawat diri kini tak lagi mengenal batas gender maupun usia. Pagi hari kerap dimulai dengan mencuci wajah, sementara malam ditutup dengan rangkaian perawatan sebelum tidur. Skincare telah bertransformasi dari sekadar kebutuhan sekunder menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat modern.

Perubahan perilaku ini terekam jelas dalam lanskap belanja digital. Shopee mencatat lonjakan permintaan yang signifikan untuk kategori perawatan dan kecantikan sepanjang kuartal pertama. Berdasarkan data pemantauan Compas periode 1 Januari hingga 31 Maret, terdapat sepuluh merek yang berhasil mendominasi pasar dari total 12.900 brand yang bersaing di platform tersebut.

Skintific sukses memuncaki daftar sebagai merek paling laris dengan menguasai pangsa pasar sebesar 4,10%. Keberhasilan brand yang menggaet aktor Nicholas Saputra sebagai brand ambassador ini ditopang oleh formulasi produknya yang fokus pada perbaikan skin barrier dan aman untuk kulit sensitif.

Dian Paramita (26), salah seorang pekerja swasta yang rutin menggunakan produk perawatan wajah, mengaku performa produk menjadi alasan utamanya loyal pada satu Merek.

“Dulu sering gonta-ganti produk karena kulit gampang breakout. Pas coba serum dan pelembabnya Skintific, ternyata cocok banget dan bekas jerawat cepat pudar. Rasanya kayak ketemu jodoh, jadi wajar kalau sekarang banyak yang pakai,” ujar Dian.

Di posisi kedua, merek veteran Wardah membuktikan ketangguhannya di tengah gempuran brand baru. Sebagai pionir kosmetik dan skincare halal di Indonesia, Wardah mengamankan pangsa pasar sebesar 2,97%. Konsistensi menghadirkan formula yang ringan dengan harga terjangkau menjadi kunci utama produk lokal ini tetap dicintai lintas generasi.

Persaingan ketat berlanjut di posisi ketiga yang diisi oleh Glad2Glow dengan pangsa pasar 2,51%. Merek ini menjadi kejutan menarik karena berhasil membangun basis konsumen loyal dalam waktu relatif singkat. Sementara itu, Hanasui (1,52%) dan Maybelline New York (1,47%) melengkapi posisi lima besar.

Adapun peringkat enam hingga sepuluh secara berurutan ditempati oleh MS Glow, Somethinc, Skin1004, Make Over, dan Garnier. Kehadiran nama-nama ini mempertegas betapa beragamnya preferensi serta kebutuhan perawatan kulit masyarakat saat ini, baik terhadap produk dalam negeri maupun internasional.

Riset Compas ini menghimpun data penjualan dari toko resmi maupun non-resmi di Shopee, dengan kriteria ketat yaitu hanya memperhitungkan produk berating minimal bintang empat. Hal ini mengindikasikan bahwa deretan merek teratas ini tidak hanya unggul dalam volume penjualan, tetapi juga mencerminkan tingkat kepuasan konsumen yang tinggi.

Hal senada diungkapkan oleh Rehan Putra (23), seorang mahasiswa yang mengaku kini lebih percaya diri mengonsumsi produk perawatan kulit lokal.

“Sekarang produk lokal seperti Wardah atau Somethinc kualitasnya makin bagus dan harganya masuk akal buat kantong mahasiswa. Pilihan produk cowok juga makin banyak, jadi tidak risih lagi kalau belanja skincare online,” kata Rehan.

Dominasi produk lokal memang menjadi sorotan utama dalam data ini. Empat dari sepuluh brand terlaris—Wardah, Hanasui, MS Glow, dan Somethinc—merupakan karya anak bangsa. Fenomena ini menjadi indikator kuat bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kualitas produk dalam negeri kian meningkat dan mampu bersaing ketat dengan merek global. (*)