Ratu Teknologi Berharta Rp97 T: Marina Budiman Pimpin Daftar Perempuan Terkaya Forbes

kaltimes.com
21 Apr 2026
Share
Forbes menempatkan Marina Budiman di peringkat ke-690 orang terkaya dunia per 20 April 2026./Garuda.tv

SUARA mesin di ruang pusat data yang dingin menjadi saksi ketangguhan seorang srikandi teknologi nasional. Di tengah dominasi laki-laki, para perempuan ini menunjukkan bahwa kecerdasan finansial mampu menembus batas gender.

Hal tersebut tercermin dalam daftar perempuan terkaya Indonesia versi Forbes 2026. Marina Budiman kini menempati posisi teratas, sementara Dewi Kam dan Wirastuty Fangiono menyusul untuk melengkapi tiga besar dari sektor yang berbeda.

Ketiganya menguasai industri strategis mulai dari teknologi, energi, hingga perkebunan. Komposisi ini memperlihatkan bagaimana kekuatan ekonomi perempuan tersebar di berbagai sektor utama nasional.

Marina Budiman Sang Ratu Teknologi Indonesia

Dominasi tersebut dipimpin oleh Marina Budiman yang berada di puncak daftar. Ia mencatatkan total kekayaan sebesar USD 6,1 miliar atau sekitar Rp 97,6 triliun.

Sebagai pendiri dan Presiden Komisaris PT Data Center Infrastructure (DCI) Indonesia Tbk, Marina membangun kariernya sejak 1985 saat bekerja di Bank Bali. Lulusan University of Toronto ini kini berbasis di Jakarta dan menjadi salah satu figur penting dalam industri pusat data.

Forbes menempatkannya di peringkat ke-690 orang terkaya dunia per 20 April 2026. Keberhasilannya menegaskan pergeseran ekonomi ke arah digital, sekaligus membuka peluang baru bagi perempuan di sektor teknologi tinggi.

Dewi Kam dan Wirastuty Fangiono di Sektor Sumber Daya

Di bawah Marina, kekuatan sektor sumber daya masih menunjukkan dominasinya. Dewi Kam menempati posisi kedua dengan kekayaan USD 3,2 miliar atau setara Rp 51,2 triliun.

Sumber kekayaannya berasal dari kepemilikan saham di PT Bayan Resources Tbk sebagai produsen batu bara besar. Selain itu, ia juga mengelola bisnis pembangkit listrik dan kini berada di peringkat ke-1.331 miliarder dunia versi Forbes.

Sementara itu, Wirastuty Fangiono menempati posisi ketiga dengan kekayaan USD 1,6 miliar atau sekitar Rp 25,6 triliun. Ia mengendalikan FAP Agri Tbk yang mengelola lebih dari 110 ribu hektare perkebunan kelapa sawit.

Sebagai miliarder perempuan termuda dalam daftar ini di usia 53 tahun, Wirastuty juga menjadi representasi pengusaha sukses dari luar Pulau Jawa dengan basis di Pekanbaru, Riau.

Pola Akumulasi Kekayaan dan Tantangan Ekonomi Digital

Jika dilihat lebih luas, daftar ini menunjukkan pola akumulasi kekayaan yang masih didominasi sektor sumber daya dan infrastruktur. Akses terhadap aset besar dan industri padat modal tetap menjadi faktor utama dalam membangun kekayaan.

Namun, posisi Marina Budiman memberi sinyal perubahan arah menuju ekonomi digital. Hal ini membuka peluang baru bagi perempuan untuk berperan lebih besar di sektor jasa dan teknologi.

Meski demikian, keberhasilan tersebut masih ditopang oleh jaringan kuat dan posisi strategis di industri bernilai tinggi. Jumlah perempuan di sektor teknologi juga masih terbatas dibanding sektor konvensional.

Karena itu, akses terhadap modal dan peluang bisnis perlu diperluas. Dengan dukungan yang tepat, lebih banyak perempuan berpotensi masuk dan berkembang di berbagai sektor ekonomi baru.

Keberhasilan para tokoh ini menjadi cermin semangat juang dalam membangun negeri. Mereka tidak hanya mencatatkan prestasi pribadi, tetapi juga membuka jalan bagi generasi berikutnya untuk meraih kesuksesan ekonomi. (*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin