Mahasiswa RI Optimis Kuliah Angkat Karier, BPS Buktikan dengan Gaji

kaltimes.com
30 Agu 2025
Share

SUASANA kampus di Indonesia kini penuh optimisme. Banyak mahasiswa percaya kuliah bukan hanya soal gelar, tapi bekal penting menghadapi dunia kerja yang makin kompetitif.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan hubungan erat antara pendidikan dan gaji. Pada Februari 2025, lulusan Diploma IV/S1/S2/S3 mendapat rata-rata Rp 4,35 juta. Angka ini jauh lebih tinggi dari lulusan SD yang hanya menerima Rp 2,07 juta per bulan.

Gambaran serupa muncul dalam Global Student Survey 2025 dari Chegg. Survei daring ini melibatkan 11.706 mahasiswa berusia 18–21 tahun di 15 negara, termasuk 500–1.002 responden dari Indonesia.

Hasilnya, 54 persen mahasiswa Indonesia sangat setuju dan 34 persen setuju bahwa pendidikan tinggi mempersiapkan mereka untuk pasar kerja. Capaian ini menempatkan Indonesia di posisi ketiga tertinggi, setelah Kenya (65 persen sangat setuju, 23 persen setuju) dan Arab Saudi (50 persen sangat setuju, 41 persen setuju).

Hanya 2 persen mahasiswa Indonesia yang tidak setuju dan 1 persen sangat tidak setuju, sementara sisanya memilih netral. Persentase kecil ini menegaskan dominasi pandangan positif soal peran kuliah.

Angka tersebut memperlihatkan pentingnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan kerja. Tantangannya, perguruan tinggi perlu menyesuaikan kurikulum dengan perubahan industri agar lulusan tidak sekadar mengantongi ijazah, tapi juga keterampilan nyata yang dicari pasar.

Optimisme mahasiswa adalah modal besar. Namun, menjaga kualitas pendidikan agar sejalan dengan dinamika kerja tetap jadi tugas utama. Dunia terus berubah, dan generasi muda butuh bekal kuat untuk bersaing sekaligus menciptakan peluang baru.(*)


Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin