Kaltimes.com – Aspirasi masyarakat kembali menjadi sorotan utama dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) dari Daerah Pemilihan (Dapil) II, Muhammad Idham. Pada agenda reses yang berlangsung di Dusun Harapan Jaya, Desa Sanggulan, Kecamatan Sebulu, Idham mendengar langsung keluhan warga terkait kondisi fasilitas pendidikan yang dinilai masih jauh dari layak.
Idham mengungkapkan, kondisi bangunan sekolah dasar (SD) di Harapan Jaya masih berupa gedung lama yang belum pernah tersentuh perbaikan ataupun rehabilitasi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena kenyamanan anak-anak dalam belajar menjadi terganggu.
“Sekolah di sana masih bangunan lama, belum ada sentuhan sama sekali. Harapan masyarakat agar segera ada pemerataan pembangunan, baik SD, TK, maupun PAUD,” jelasnya pada Rabu (13/8/2025).
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan pendidikan di seluruh wilayah Kukar, termasuk desa-desa terpencil seperti Harapan Jaya. Menurutnya, tidak ada alasan bagi pemerintah daerah untuk membiarkan anak-anak menempuh pendidikan di bangunan yang sudah tidak layak.
Idham menambahkan, persoalan yang lebih serius justru terjadi pada fasilitas pendidikan anak usia dini. Sebelum adanya inisiatif pembangunan dari pemerintah desa, kegiatan belajar untuk Taman Kanak-Kanak (TK) hanya menumpang di Balai Desa. Namun sayangnya, pembangunan gedung baru untuk TK tersebut masih belum rampung sehingga proses belajar mengajar anak-anak usia dini belum berjalan optimal.
Untuk itu, politisi PKS tersebut berkomitmen memperjuangkan penyelesaian pembangunan gedung TK sekaligus mendorong rehabilitasi sekolah-sekolah lain di wilayah Harapan Jaya. Ia menyebutkan beberapa langkah yang akan ditempuh, di antaranya melalui rencana kerja (Renja) Dinas Pendidikan maupun usulan pokok pikiran (pokir) dewan.
“Masyarakat meminta agar pembangunan itu diselesaikan. InsyaAllah nanti kalau memungkinkan, bisa masuk ke rencana kerja (Renja) Dinas Pendidikan. Jika tidak memungkinkan, saya juga akan coba alokasikan melalui pokok pikiran (pokir) dewan, setidaknya untuk kebutuhan lokal di wilayah tersebut,” ujarnya.
Kegiatan reses DPRD Kukar tahun 2025 yang dilaksanakan serentak pada 4-8 Agustus oleh 45 anggota dewan ini memang bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Hasil dari reses tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan daerah, khususnya sektor pendidikan yang masih menjadi kebutuhan mendesak di sejumlah wilayah.(adv)