Kaltimes.com – Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara, Dr. Ir. H. Ahmad Yani, S.E., S.T., M.Si, menegaskan bahwa Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-22 yang digelar pada 20 Juli 2025 di Kecamatan Kota Bangun bukan sekadar agenda seremonial, tetapi momentum penting untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) melalui nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Kukar, dr. Aulia Rahman Basri, itu dihadiri jajaran Forkopimda, Wakil Bupati Rendi Solihin, anggota DPRD Kukar dapil VI, kepala OPD, camat, kepala desa, kepala BUMN dan BUMD, serta berbagai tokoh masyarakat.
Dalam rangkaian acara, pemerintah daerah menyerahkan penghargaan kepada desa dan kelurahan berprestasi dalam lomba gotong royong tingkat kabupaten. Desa Karang Tunggal (Tenggarong Seberang) meraih juara pertama kategori desa, sementara Kelurahan Baru (Tenggarong) menjadi juara pertama kategori kelurahan.
Rangkaian BBGRM dilanjutkan dengan kegiatan lapangan seperti monitoring ke desa, temu warga, sarapan bersama di Simpang Tiga Jalan Hasbullah Hasyari dan Jalan Dermawan, penanaman pohon di Desa Kedang Murung dan Desa Liang, pengecatan Masjid Nurul Muqarrabin di Desa Loleng, serta makan siang bersama warga.
Pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan berupa pupuk, alat semprot elektrik, dan satu unit excavator pertanian sebagai bentuk dukungan terhadap pertanian dan kebersihan lingkungan. Bagi Ahmad Yani, seluruh kegiatan tersebut memiliki makna strategis dalam meningkatkan kualitas SDM Kukar.
“Saya sangat mengapresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah masyarakat kita. Semoga kegiatan ini bernilai ibadah di sisi Allah SWT dan menjadi bagian dari penguat persatuan dan silaturahmi bangsa,” ujarnya.
Ahmad Yani menilai, gotong royong bukan hanya tradisi, tetapi juga wadah untuk membentuk karakter masyarakat yang peduli, bekerja sama, dan mampu berkontribusi aktif terhadap pembangunan daerah. Ia berharap kegiatan seperti BBGRM terus berlanjut dan dikembangkan dengan melibatkan generasi muda agar nilai kebersamaan tidak luntur.
Menurutnya, kekuatan SDM yang dibentuk melalui gotong royong akan menjadi modal penting bagi Kutai Kartanegara dalam menghadapi tantangan pembangunan, apalagi dengan adanya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur yang membuka peluang sekaligus tantangan baru.adv