Gangguan Sinyal dan Jaringan Masalah 50 Persen Pengguna Internet Seluler di Indonesia

kaltimes.com
25 Agu 2025
Share

SUASANA kesal sering muncul ketika internet seluler mendadak lambat. Di ruang kerja, kafe, hingga rumah sendiri, keluhan soal sinyal lemah jadi cerita sehari-hari pengguna ponsel.

Tingkat penetrasi internet di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dalam Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Penggunaan Internet 2025, mayoritas masyarakat masih mengandalkan jaringan seluler. Survei ini berlangsung pada 10 April–16 Juli 2025, melibatkan 8.700 responden dari 38 provinsi.

Hasil survei menunjukkan, lebih dari 50 persen responden mengaku terganggu oleh masalah sinyal dan jaringan. Gangguan paling umum adalah sinyal lemah di lokasi tertentu atau saat cuaca buruk dengan 26,75 persen jawaban. Keluhan lain adalah jaringan lambat (26,28 persen) dan koneksi putus-putus (23,37 persen).

Selain itu, 11,34 persen responden menilai kuota cepat habis meski dipakai wajar. Sementara 0,17 persen melaporkan masalah lain, dan 12,08 persen merasa tidak mengalami gangguan sama sekali.

Data ini memperlihatkan bahwa meski internet seluler dianggap praktis dan terjangkau, kualitas layanan masih jadi pekerjaan rumah besar bagi penyedia. Stabilitas jaringan sangat menentukan aktivitas harian masyarakat, dari belajar, bekerja, hingga hiburan.

Kemajuan teknologi tidak selalu berarti tanpa kendala. Perjalanan digital Indonesia masih butuh pembenahan, agar setiap klik dan koneksi benar-benar mendukung produktivitas warganya.(*)


Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin