KOTAK-KOTAK oranye dari kurir makin sering tiba di rumah. Di dalamnya, sering kali ada botol serum atau pelembap yang jadi penyelamat kulit dan pencetak tren baru.
Perubahan gaya hidup ini terlihat jelas dalam tren belanja online. Shopee, sebagai salah satu e-commerce terbesar di Indonesia, mencatat lonjakan minat terhadap produk perawatan dan kecantikan selama kuartal pertama 2025. Dari ribuan merek yang bersaing, sepuluh brand berhasil menempati posisi teratas berdasarkan analisis dari Compas, periode 1 Januari hingga 31 Maret 2025.
Data ini dikumpulkan dari pemantauan 12.900 brand di kategori perawatan dan kecantikan. Penilaian tidak hanya berdasarkan volume penjualan, tetapi juga rating produk minimal bintang empat. Ini berarti, brand yang masuk daftar tidak hanya populer, tapi juga memuaskan konsumen.
Skintific menempati posisi pertama dengan pangsa pasar sebesar 4,10 persen. Produk ini terkenal akan formula lembut yang cocok untuk kulit sensitif dan berjerawat. Dipromosikan oleh Nicholas Saputra, Skintific juga menawarkan harga yang terjangkau, mulai dari Rp 30 ribuan untuk toner hingga Rp 150 ribuan untuk serum.
Di posisi kedua, Wardah mencatatkan pangsa pasar 2,97 persen. Sebagai brand lokal pionir skincare halal, Wardah tetap dicintai karena produknya ringan dan harganya ramah di kantong. Moisturizer dan sunscreen Wardah rata-rata dijual antara Rp 25 ribu hingga Rp 80 ribu, cocok untuk semua kalangan.
Glad2Glow mengejutkan banyak pihak di posisi ketiga dengan pangsa pasar 2,51 persen. Meskipun namanya belum sebesar merek lain, produk-produk mereka berhasil membangun komunitas pengguna setia. Dengan kisaran harga mulai Rp 35 ribu hingga Rp 100 ribu, Glad2Glow menarik minat Gen Z yang mencari produk berkualitas tanpa membuat dompet tipis.
Posisi keempat dan kelima diisi oleh Hanasui (1,52 persen) dan Maybelline New York (1,47 persen). Hanasui tampil kuat di segmen serum dan facial wash dengan harga sangat terjangkau, mulai Rp 20 ribuan. Sementara Maybelline tetap unggul di lini makeup yang juga bersinggungan dengan perawatan kulit, terutama untuk micellar water dan primer.
Di bawahnya ada MS Glow, Somethinc, Skin1004, Make Over, dan Garnier. Meski pangsa pasar mereka berada di bawah 1,5 persen, keberadaan mereka tetap kuat. Rentang harga mereka bervariasi, dari Rp 30 ribu hingga Rp 200 ribu, menyesuaikan kebutuhan konsumen yang makin beragam.

Tren ini memperlihatkan bahwa kebutuhan skincare di Indonesia tidak hanya soal merek besar, tetapi juga kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan harga yang masuk akal. Baik brand lokal maupun internasional bersaing di ruang yang sama: layar ponsel, rating bintang, dan ulasan pengguna.(*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin