MENGENDARAI kendaraan listrik kini bukan lagi sekadar gaya hidup, melainkan bagian dari pergeseran besar menuju masa depan yang lebih bersih. Di tengah krisis iklim global, masyarakat Indonesia mulai menunjukkan antusiasme tinggi terhadap penggunaan transportasi rendah emisi.
Data dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 mencatat lonjakan signifikan jumlah motor listrik di Indonesia. Dokumen ini disusun PT PLN dan dipublikasikan oleh Kementerian ESDM. Pada tahun 2020, hanya ada 3,3 ribu unit motor listrik yang terjual. Angka ini melonjak tajam menjadi 13,8 ribu unit pada 2021 dan lebih dari dua kali lipat menjadi 31 ribu unit pada 2022.
Laju pertumbuhan terus berlanjut di tahun 2023 dengan 93,4 ribu unit. Hingga Agustus 2024, tercatat penjualan motor listrik telah mencapai 167,8 ribu unit. Data ini mencerminkan akselerasi adopsi kendaraan ramah lingkungan di kalangan masyarakat.

Tak hanya motor, penjualan mobil listrik juga mengalami peningkatan luar biasa. Dari hanya 125 unit yang terjual pada 2020, angkanya naik menjadi 810 unit pada 2021 dan melejit ke 11,1 ribu unit di 2022.
Peningkatan ini terus berlanjut pada 2023 dengan total 28,1 ribu unit mobil listrik yang mengaspal di jalanan Indonesia. Hingga Agustus 2024, penjualan mobil listrik bahkan mencapai 68,6 ribu unit. Data ini menunjukkan kendaraan listrik semakin diterima sebagai alternatif utama transportasi pribadi.

Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat dalam mendorong transisi menuju kendaraan listrik. Namun, percepatan ini perlu terus didukung dengan penguatan infrastruktur, kebijakan insentif, dan edukasi publik agar transisi energi berjalan merata dan berkelanjutan di seluruh lapisan masyarakat. (*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin