Bukan Lagi Sekadar Logam, Emas Jadi Cermin Masyarakat yang Gelisah
HARGA emas kembali mengoyak batas psikologis. Setelah sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah pada April 2025, logam mulia ini kini bertengger di angka Rp 1,9 jutaan per gram. Emas kini bukan sekadar simbol kemewahan, tapi juga harapan dan perlindungan di tengah pasar yang penuh ketidakpastian. Namun, tak semua kisahnya mengilap. Selasa (13/5/2025), harga emas Antam 24 karat sempat terkoreksi Rp 21.000 menjadi Rp 1.884.000 per gram.
Lonjakan harga emas yang luar biasa ini tak lepas dari gejolak global selama lima tahun terakhir. Dari berita Detik, pandemi COVID-19 yang mulai menyebar akhir 2019 menjadi pemantik awal kebangkitan emas. Sejak WHO menyatakan status pandemi pada Maret 2020, harga emas global dan domestik langsung melejit. Pada awal Januari 2020, emas masih di Rp 793.165 per gram. Hanya dalam hitungan bulan, nilainya menembus Rp 972.000 per gram, seiring ketakutan pasar yang menumpuk akibat krisis kesehatan dunia. (https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-7911621/harga-emas-sekarang-hampir-rp-2-juta-5-tahun-lalu-cuma-rp-700-ribuan, Finance Detik, 2025)
Pasca-pandemi, ketegangan tak mereda. Tahun 2024, harga emas kembali melonjak tajam dipicu pembelian masif oleh beberapa negara, termasuk China yang menambah cadangan emasnya hingga 160 ribu ons. Lonjakan ini diperparah oleh efek fear of missing out (FOMO) di kalangan investor yang tak ingin ketinggalan momentum.
Emas terus naik, dari Rp 1,2 juta per gram di Maret 2024, hingga menyentuh Rp 2.039.000 per gram pada 22 April 2025. Puncaknya bertepatan dengan kebijakan Presiden AS Donald Trump yang menerapkan tarif impor tinggi ke sejumlah negara, termasuk Indonesia. Ketidakpastian ekonomi global semakin mendorong emas menjadi primadona pelindung aset. (https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-7911865/anjlok-harga-emas-antam-hari-ini-balik-ke-rp-1-8-jutaan-gram, Finance Detik, 2025)
Jika dibandingkan lima tahun lalu, kenaikan harga emas nyaris tak masuk akal. Pada 2020, emas masih diperdagangkan di kisaran Rp 700 ribuan per gram. Kini, nilainya sudah melonjak hampir tiga kali lipat. Dari instrumen investasi yang dulu dipandang konservatif, emas kini berubah menjadi komoditas yang agresif dan penuh gairah.
Di balik kilauan harga yang fantastis itu, emas menyimpan cerita tentang ketakutan, krisis, dan kecemasan dunia. Ia bukan lagi sekadar logam mulia. Emas menjadi cermin kegelisahan pasar yang terus mencari pegangan di tengah badai yang tak kunjung reda. (*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin