Kota Luar Jawa yang Jadi Incaran Investor: Batam Memimpin, Disusul Balikpapan

kaltimes.com
22 Agu 2026
Share

KALTIMES — Tren pemerataan ekonomi di luar Pulau Jawa terus menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) periode Januari–Juni (Semester I) 2026, sejumlah kota di luar Jawa mencatatkan realisasi investasi yang sangat kuat, dengan Kota Batam bertengger di posisi teratas sebagai wilayah paling diminati investor.

Selama paruh pertama tahun 2026, Batam berhasil membukukan nilai realisasi investasi mencapai Rp29,89 triliun. Capaian fantastis kawasan bebas tersebut didorong oleh kombinasi antara Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp17,8 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang menyumbang Rp12,09 triliun.

Status Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) serta kedekatan geografisnya dengan Singapura menjadi daya tarik utama masuknya modal ke sektor industri manufaktur dan jasa logistik.

Di peringkat kedua, Kota Balikpapan memimpin perolehan di Pulau Kalimantan dengan nilai realisasi investasi sebesar Rp8,17 triliun. Peningkatan aktivitas perekonomian serta pembangunan infrastruktur penunjang di Kalimantan Timur turut melesatkan daya tarik Balikpapan sebagai hub bisnis utama di wilayah tengah Indonesia.

Secara regional, wilayah Sumatra mendominasi jajaran kota dengan realisasi investasi tertinggi di luar Jawa. Selain Batam, kota-kota strategis di Sumatra seperti Pekanbaru (Rp7,35 triliun), Medan (Rp6,44 triliun), Dumai (Rp5,58 triliun), Palembang (Rp4,81 triliun), Bandar Lampung (Rp2,38 triliun), dan Bengkulu (Rp1,34 triliun) mencatatkan akumulasi nilai investasi mencapai Rp58,93 triliun.


Sementara itu, wilayah Kalimantan menyusul sebagai kawasan pertumbuhan modal baru dengan total realisasi investasi gabungan sebesar Rp15,75 triliun. Capaian ini ditopang oleh beberapa kota industri dan pusat pemerintahan daerah seperti Balikpapan, Samarinda (Rp2,51 triliun), Bontang (Rp2,33 triliun), Banjarmasin (Rp1,55 triliun), hingga Pontianak (Rp1,19 triliun).

Kota-kota di kawasan Indonesia Timur juga menunjukkan kontribusi positif. Denpasar mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp3,36 triliun, disusul Makassar di Sulawesi Selatan dengan Rp2,72 triliun, serta Manado di Sulawesi Utara yang membukukan nilai investasi Rp1,71 triliun.

Kinerja investasi di tingkat kota ini sejalan dengan capaian investasi nasional pada Semester I-2026 yang secara keseluruhan menembus Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan (year-on-year). Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat, total realisasi investasi di luar Pulau Jawa pada periode ini mencapai Rp507,8 triliun (50,2 persen), sedikit mengungguli realisasi investasi di Pulau Jawa yang tercatat sebesar Rp502,8 triliun (49,8 persen).

Pemerataan aliran modal ke berbagai daerah di luar Jawa ini mengindikasikan bahwa kegiatan ekonomi nasional seharusnya makin inklusif. Dorongan hilirisasi sumber daya alam, penguatan infrastruktur antarwilayah, serta kemudahan perizinan berusaha dinilai menjadi faktor penentu utama yang terus menarik minat para penanam modal domestik maupun global untuk berekspansi ke luar Pulau Jawa. (*)

Penulis: Desy
Editor: Amin